Listrik untuk Perumahan 35.000 MW memenuhi kebutuhan dasar

Rumah Dijual cepat membutuhkan Listrik yang memadai

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Selasa bahwa pemerintah tidak pernah membuat target untuk mengembangkan pembangkit listrik dengan kapasitas total 35.000 megawatt (MW).

Dia mengatakan angka tercermin kebutuhan dasar untuk memastikan bahwa kebutuhan listrik di Indonesia dapat terpenuhi.

“Dalam jangka menengah rencana pembangunan nasional [RPJM], angka MW 35.000 bukanlah target tetapi kebutuhan. Dan kebutuhan akan meningkat dari waktu ke waktu,”kata Pramono seperti dikutip oleh setkab.go.id, website resmi kabinet, di istana negara di Jakarta pada hari Senin.

Situs Properti menyanggupi usul 35,000 MW

Ia membuat komentar ini dalam menanggapi pernyataan koordinasi Kelautan dan sumber daya Menteri Rizal Ramli bahwa pemerintah 35.000 MW pembangkit listrik proyek akan sulit untuk mencapai dengan 2019.

Pramono mengatakan pemerintah ingin 40 persen dari total MW 35.000 untuk ditangani oleh perusahaan BUMN utilitas PLN, sementara produsen listrik independen (IPP) akan mengurus sisanya 60 persen dari proyek.

Sebelumnya, Rizal mengatakan proyek itu tidak realistis. Dia mengatakan sebuah proyek yang bertujuan untuk menghasilkan tambahan 16.000 – 18.000 MW lebih masuk akal. Ia tidak didukung oleh rekan-rekannya di Departemen Sumber Daya Mineral dan energi. Departemen Direktur Jenderal untuk listrik, Jarman, kata 35.000 MW listrik program ini sejalan dengan RPJM.

“Telah diputuskan oleh kabinet dan ini adalah suatu keharusan. Kita harus mampu membedakan antara kebutuhan dan kapasitas PLN yang,”kata Jarman pada hari Senin seperti dikutip oleh kontan.co.id.

Demikian pula, PLN Presiden Direktur Sofyan Basir mengatakan 35.000 MW proyek akan dievaluasi setiap tahun dengan peningkatan kebutuhan listrik negara itu.

Dia mengatakan bahwa Presiden Joko “Jokowi” Widodo sebelumnya telah menyatakan bahwa Indonesia perlu sekitar 18.000 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik saat ini.

“Tetapi target ini tidak termasuk cadangan yang diperlukan, misalnya, untuk mencegah berputar pemadaman dan mempertahankan pasokan listrik di tengah-tengah kegiatan pemeliharaan,” kata Sofyan.

Dia mengatakan selama ada tidak ada perubahan program, 35.000 MW listrik proyek akan masih berjalan.

Cara BEI menurunkan nilai tukar rupiah agar harga beli rumah terjangkau

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan dana investor asing telah terus memasukkan produk investasi pasar modal, seperti reksa dana, karena mereka masih dianggap menarik.

Bei Presiden Direktur Tito Sulistio mengatakan berdasarkan data pasar pada bulan lalu, jumlah langganan Reksa Dana telah mencapai sekitar Rp 16 triliun (US$ 1.12 miliar) dan Rp 12 triliun.

“Jadi ada sekitar Rp 4 triliun senilai dana asing memasuki reksa dana,” katanya seperti dikutip oleh Antara pada hari Selasa. Ia berbicara di sebuah acara di Jakarta pada Senin malam.

Tito mengatakan minat dari investor asing masih tinggi karena perekonomian negara tangguh.

“Masalah dengan pembangunan Indonesia dimulai ketika Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak lagi terdiri garis kebijakan negara, sebelumnya dikenal sebagai GBHN. Dalam GBHN, kita bisa menemukan jangka panjang ekonomi dan pertahanan strategi. Kami benar-benar membutuhkan rencana jangka panjang jadi kita akan tahu arah mana negara ini akan menjadi,”kata Tito.

Direktur Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia tangguh dan akan bangkit kembali dari krisis saat ini.

“Krisis saat ini lebih kecil dibandingkan dengan yang terjadi di tahun 1998 dan 2008. Dalam hal inflasi dan likuiditas, situasi saat ini jauh lebih baik. Pada tahun 1998, Bei turun secara signifikan. Indeks komposit Jakarta turun 60 persen di tahun itu sementara krisis saat ini, hal itu telah menurun hanya 20-25 persen. Jadi, pada dasarnya, kondisi saat ini jauh lebih baik,” kata Budi